Sang keponakan berkisah bahwa kondisi pencipta lagu 'Bengawan Solo' memburuk sejak siang hari tadi. Gesang mengalami dua kali kritis yaitu pada pukul dua siang dan 17.30 WIB. Gesang meninggal di usia 92 tahun.
Gesang dirawat di rumah sakit, Rabu 12 Mei lalu. Awalnya dia cuma melakukan kontrol kesehatan rutin, tapi karena dia kekurangan cairan maka dokter memberi saran agar dirawat.
Yani Effendi, keponakan Gesang yang lain, saat itu menuturkan bahwa sang paman tidak mau makan. Jika dipaksakan maka segera makanan itu dimuntahkan lagi.
"Ya karena kondisi seperti itu maka keluarga membawa mbah Gesang ke rumah sakit untuk di kontrol. Namun, dokter menganjurkan untuk diopname," kata Yani di Solo ketika itu.
Gesang lahir 1 Oktober 1917. Bengawan Solo yang diciptakannya sohor sampai manca negara. Sejumlah catatan menyebutkan bahwa lagu Bengawan Solo itu diciptakan Gesang pada tahun 1940. Saat itu umur Gesang baru 23 tahun.
Lagu itu diciptakan ketika Gesang duduk ditepian sungai Bengawan Solo. Gesang memang sangat kagum dengan sungai yang meliuk-liuk itu. Dia menciptakan lagu itu selama 6 bulan.
Lagu ini setidaknya diterjemahkan dalam 13 bahasa. Antara lain Inggris, Mandarin dan Jepang. Itu sebabnya lagu ini sohor di manca negara terutama di Belanda dan Jepang. Lagu ini bahkan sempat menjadi lagu dalam sebuah film layar lebar di negeri matahari terbit itu.(Pet)
LAHORE, KOMPAS.com - Pemerintah Pakistan kembali membuka akses YouTube, setelah situs tersebut menarik konten yang dianggap menghina keyakinan umat Islam. Namun, seperti dilansir situs Wal Street Journal, Otoritas Telekomunikasi Pakistan tetap memblokir situs jejaring sosial Facebook karena alasan yang sama.
Akses ke YouTube yang dimiliki Google Inc diblokir sejak Kamis (20/5/2010) pagi dan dibuka kembali di hari yang sama. Sementara pemblokiran terhadap Facebook telah dilakukan sejak Rabu dan akan dilakukan sampai tanggal 31 Mei sesuai putusan Pengadilan Tinggi Pakistan.
Pemblokiran situs-situs tersebut dilakukan atas desakan Islamic Lawyers Forum yang berbasis di Lahore. Protes terhadap Facebook dan situs lainnya dilakukan menyusul munculnya kontes menggambar Nabi Muhammad yang digelar di internet tanggal 20 Mei kemarin.
Facebook telah mengeluarkan pernyataan menanggapi pemblokiran di Pakistan. Perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California, AS itu menyatakan kecewa karena otoritas Pakistan melakukan pemblokiran tanpa mengirimkan surat protes terlebuh dahulu ke Facebook. Sejauh ini halaman kontes kartun Nabi Muhammad itu masih aktif karena menurut Facebook tidak melanggar aturan mainnya. Namun, Facebook mengakui konten tersebut kontroversil di negara muslim dan berjanji akan membatasi agar tidak dapat diakses dari negara-negara tertentu.